Selesai berpakaian, Ratih bergegas menyisir rambutnya. Dalam perjalananku mendaki gunung, aku sebenarnya biasa bawa deodoran anti nyamuk. Bokep SMA Ratih menengadahkan kepalanya sambil bersandar di dinding. Bagiku sungguh kejam memperlakukan manusia seperti itu. Wajah pasrah. Dengan menundukkan kepala, aku lumat bibirnya, aku kecup, aku hisap kedua bibirnya. Rapi tertata. Setelah obatobatan diantarkan, sambil duduk di samping wanita yang sampai saat itu aku belum tahu siapa namanya, aku bersihkan darah kering di bibirnya.Aku lihat ada memar dan goresan di dahi dan pipi. Ada luka di lututnya. Wanita itu duduk beringsut ke arahku. Tangannya yang berada di punggungkku sedikit menarikku ke bawah. Satu tangan Ratih mengeluselus punggungku. Aku tanyakan sampai kapan hutangku lunas sementara uang bookinganku dia yang ambil semua. Dari samping lidahku bergerak ke arah perut. Rambutnya kusut. Sesekali dimajumundurkan.Oooohhhhhhhhhhmaaaassss Enak bangeeeeet Ratih merintih dan melenguh.

















