Di sela-sela dengkuran anak-anak kos yang berbaur dengan orkes nyanyian serangga malam, terdengar teriakan desahan bercampur tangisan dari kamar Windu. Kacamata minusnya mulai berembun. Bokep Twitter Isi kepalanya sudah penuh dengan berbagai pikiran yang paling jorok. Wah, masih perjaka dooong…? Dewi mendekati ujung tangga, matanya melirik ke bawah lalu melihat ke arah Windu. Perlahan ia bangkit dari tempat tidur lalu mengambil sesuatu dari tasnya. Windu menahan nafas. Mukanya memerah. Di depan, kembali ia bertemu dengan Dewi si resepsionis.“Sudah, pak..?” pertanyaan Dewi tidak digubris. “Mau yah, mas… dijamin deh…”
Dada Windu kembali berdebar tidak menentu. Di sebelah kanan ada tangga kayu yang menuju ke atas, sementara di dekat anak tangga, sejumlah wanita dengan dandanan menor sedang duduk sambil ngobrol. Terasa batang kemaluannya mulai terjepit oleh benda aneh yang terasa pas sekali. Semakin cepat, semakin keras. Baru sebulan di sini. Dijamin oke. Windu hanya tersenyum kaku sambil terus naik ke atas




















