Kalau tidak kita sudahi saja.”
Kutatap ia dengan wajah berkerut. Bokep Twitter Ia menoleh dan memandangku. Katanya, “Aku masih ingin dibelai dan dikecup.” Aku tersenyum dan mengangguk. Jalanan tampak lengang. Tak berapa lama kemudian, alunan instrumental Oriega mengalun. “Well juga, kamu akan menurunkanku di sini, atau memasukkan mobilmu dulu?” Aku kembali menatapnya, menunggu satu kalimat yang mungkin bisa menjelaskan mengapa aku ada di sini sekarang bersamanya. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Kurasa gerakan sofa saat ia duduk di sebelah kananku. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Saat kubuka mataku, kulihat ia menatapku. Kini keinginanku menjadi kenyataan.




















