Aku cuman duduk-duduk sambil gitaran di teras kamar kostku. Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku). Bokeb Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya.Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan. “Maya suka sama mas Andra?”Maya memandangku penuh arti. Kenalkan nama saya Andra (nggak nama sebenarnya). Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya.Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan. Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. Karena geli selakangnya membuka lebar. Nggak marah?”
“Ya enggak, ngapain marah.”
“Sendirian dong dia?”
“Mas Andra kok nanyain Ersa mulu sih? tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Nah, hilangnya perjakaku ini yang pengin aku ceritakan.Aku punya banyak cewek. “Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku. “Enakkk…eungh…” Maya menyukainya.Ia pun ikut mengggoyang-goyangkan pantatnya. Tanganku tanpa harus diperintah sudah menyusup masuk ke balik kaos ketatnya.Kuperas-peras payudara Maya penuh perasaan.




















