Suatu siang sepulang sekolah, rumah
tampak sepi. Bokep India Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit. Bukan, beliau orang baik (sampai
sekarang aku selalu mengingatnya, ayah angkatku itu). Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. Mata Kak Tina mendelik-delik,
nafasnya terengah-engah. Di
atas tempat tidur, Kak Tina sedang mengenakan baju kaos warna jingga. Aku
menyumpah-nyumpah. Saat tangannya beralih meremas
payudaranya, terbukalah kewanitaannya. “Capek, Kamu makin lama tambah berat. “Ya sudah. Tanpa sadar tanganku menggosok bagian kelaminku. Pasti dia tak sadar kalau tanganku tanpa
sengaja telah terlempar ke tubuhnya. Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Nafsunya kurasa. Malah tangannya mulai
menyentuh kejantananku, memegang batangnya. Aku memandangnya. Aku baru
ingat, kalau Bu Rochim ada acara di Dinas Pertanian. Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Sulit ya membacanya?”
Memang kami duduk berdampingan, dengan buku dipegang Kak Tina. Aku memegang celana
pendekku di daerah depan.




















