Aqu meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Berto kulihat menyerahkan amplop coklat. Dia cuma menjawab“Aqu mencari penghasilan tambahan Bell”, jawabnya singkat dan acuh.Mas Berto makin sering pulang larut malam, bahkan pernah satu kali dia pulang dgn mulut berbau alkohol, dan hampir tak sadarkan diri, ternyata dia mabuk sangat berat. Bokep Crot Bahkan sampai larut malam dan dalam kondisi mabuk.Pernah sewaktu kutanyakan, kemana saja kalo pulang terlambat. Swaminya, Berto, justru menjadikannya seseperti seorang gundik murahan. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Berto.“Besok kamu ikut aqu menemui Su’eng”, ucapnya lagi, sembari mencium keningku lalu berangkat tidur. Menurut saya, sayg sekali bunga yg indah cuma dipajang di rumah saja” ucap Su’eng.Aqu makin kaku hati mendengar ucapan rayuan-rayuan gombalnya itu, Tetapi aqu mencoba menahan diri, kerana aku menyadari Mas Berto berutang uang kepadanya.




















