Frank tampak lebih segar setelah istirahatnya di cockpit sesiangan tadi. Bokeb Sampai di kamar, jam masih menunjuk pukul lima setengah. Rata-rata mereka tercebur ke dunia pengajian (pengasah bijian -> sorry bahasa ‘penerbangan’) diawali dengan latihan pacaran dengan beberapa Co-pilot, Captain, pramugara, atau penumpang yang kebetulan satu hotel. kupandangi….sengaja tak kucium, aku tahu ana menunggunya…. tak tampak lagi kepiluan di matanya. Sedang Sari dan Noni tampak kelelahan duduk di belakang mobil yang mengantarkan kami ke hotel tempat kami biasa beristirahat. ular dipelukanku yang tadi diam dengan tabah kini berkelenjotan dengan panik.. srrruuuuutttt….!….. Sungguh, pengalaman kali ini kaya dongeng. mataku berkunang saat ana selesai berpakaian dengan cepat lalu gelap… dan aku terbangun saat jam menunjukkan pukul empat pagi saat mengaca selembar kertas tertempel disana ana meninggalkan pesan,
“nova sayang,
kamu baik sama ana, besok ngobrol lagi” ttd. “heh…heh…jangan sembarangan ya mbak…” kataku dalam hati… buah dadanya masih menantang tepat didepan kedua




















