Pak Jun membalutkan perban di tanganku dengan mulutnya yang berlepotan darahku.“Pak Jun kayak dracula deh, hihihi” ucapku manja.“Darah kamu aja enak, apalagi daging kamu nanti, gak sabar banget saya memakannya” ucapnya.“Iya pak… boleh kok, sekarang juga boleh”“Hahaha… ikut saya sebentar sini…” katanya kemudian bangkit menuju ruang belakang. Aku meringsek mundur menjauh darinya. Bokep Family sekarang bagian puncaknya… beginilah nanti nyawa kamu kita ambil… hehe” ucap pak Jun.“Iya pak Jun dan bapak-bapak semua… Mita rela dibunuh kalian, ayo-ayo bunuh Mita…” ucapku manja.“Duh…. Benar ternyata kalau dia adalah mantan tentara.Selagi kami bercerita dia terus memandangi tubuhku. Aku kemudian mulai membuka pakaianku hingga akupun telanjang bulat, lalu mulai mandi. Aku kini malah bertingkah manja pada pak Jun.“Tidak… kita simulasi dulu… biar kamu tahu nikmatnya di posisi korban, haha”“Simulasi?““Iya…. Tapi aku kemudian terkejut saat pak Jun meraih tanganku dan menjilati darah yang mengalir dari telapak tanganku.




















