Rupanya dia bisa merasa sakit kalau bayangannya dilukai. Bokep Mama Dia berada di pelataran candi. “Huu… Den Sekar, Ratri… Ratri diculik…” Ibu Ratri mengatakan sambil menangis tersedu. Di dalam bayangan itu Sekar merasakan seluruh tubuhnya dibelai, disentuh, digerayangi, dirangsang dengan segala cara. Jerit-jerit Sekar membahana selagi dia terus disiksa. Puncak kenikmatan melanda sekujur tubuhnya, sampai dia benar-benar lupa diri. Si pendekar perempuan lebih banyak menyerang, seolah hendak menghabisi lawan dengan sabetan dan tusukan pedang. Tubuhnya gemetaran. “Lepaskan aku… dedemit busuk!” maki Sekar tak berdaya. Dua langsung menjerat kedua pergelangan kaki Sekar dan dua lagi membelit lengannya. Sekar jatuh lagi ke tanah, lelah, ketakutan, dan gemas karena gagal mencapai puncak. Bayang Ireng tertawa melihat mangsanya yang gelagapan, seolah berusaha merangkak pergi. Sekar merasakan tubuhnya diangkat sehingga dia berposisi seperti berdiri tegak, namun dengan kaki merentang, dan tidak menapak tanah; lengan-lengan Bayang Ireng menopang sekaligus mengikatnya, menggantungnya sekaligus mengendalikan tubuhnya




















