Untuk beberapa saat dia hanya merangkulku, kurasakan dadaku yang tidak terbungkus menempel di dadanya. Wow, banyak duitnya, aku pikir, tapi mengeluarkan terlalu banyak uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Bokep Family Tangannya menyentuh bahuku, menarik turun tali BH-ku satu persatu lewat dari pundakku ke lenganku. Aku menduga dia memang sengaja mendekatkan begitu supaya aku tidak tahan. Aku sudah siap dengan kartu kreditku, namun sebelum kartuku diambil oleh sang kasir, Kelvin dengan kilat mengambil kartuku, menukarnya dengan kartu NM-nya dan menyerahkan kepada kasir. Aku memang tidak punya perasaan khusus untuknya, kami bahkan baru kenal, tapi.. Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. Aku pun memutuskan untuk ke luar sebentar. Kelvin kepengin mengantar, suatu kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa.Aku bukan mau belanja.




















