Kedua orang tuaku yang sudah berusia senja menyuruhku menikah dengan salah seorang anak dari kerbat mereka. Ku buka sedikit lebar lubang kemaluannya, memang benar. Film Porno Kucoba sandarkan tubuhku ke kursi dan benar saja.Nadia langsung menyandarkan kepalanya di bahuku. Tidak ingin terus dalam keadaan yang membuatku seperti orang bodoh itu, kulepaskan tanganku dari dekapannya dan pergi ke ruang kerjakuLangkah kakiku menuju ruang kerja terasa semakin berat, Nadia sebenarnya hanya ingin memulai sesuatu yang baik, tetapi mungkin aku terlalu serius menanggapinya. Nadia menarik tanganku dan menempelkan telapak tanganku ke selangkagannya. Entar masuk angin loh” suara Nadia terdengar di pagi hari saat ku coba untuk mengumpulkan nyawa,“Nggak apa-apa,…….kalo gue tidur ama lo, entar kesannya gimana gitu” kataku sambil mengusap mata“Gue buatin kopi mau nggak?” tanya Nadia“Nggak, nggak usah gue bisa buat sendiri kok” jawabku“Udah, nih…” ujar Nadia sambil menyodorkan secangkir kopi kepadaku, setelah itu dia duduk tepat disampingku, sangat dekat




















