Hanya itu yang keluar dari mulutnya. Video bokep “Janji ya, Mas..!”, ujarnya lagi. Lagian kalaupun bisa, aku tidak ingin bermimpi tentang kamu, Santi”, jawabku pura-pura memelas. occhh.. “Santi, aku hanya ingin pergi berdua denganmu, sekali saja.., sebelum kamu benar-benar menjadi Yoga. Aku tersenyum nakal. Setelah agak lama kami terdiam, “Teman-teman kamarmu yang lain pada kemana semua, Santi?”, dengan mata membocorkan sekeliling aku bertanya sekenaku, menanyakan keberadaan anak-anak kost yang lain. Entah mengapa, ketika membocorkan mata Eksanti yang sayu itu, pikiranku jadi masa-masa indah yang pernah kami alami dulu. Aku benar-benar terkejut lalu menoleh ke arahnya. Mungkin karena lubang kewanitaannya tidak pernah dimasukkan lagi ke dalam batang video seperti milikku ini. Saat itu ia memintaku untuk bertemunya di sebuah wartel dekat pertigaan di seberang kantornya.




















