Elyan sempat memberikan tanda cupangan di toketku sebelum aku pergi.“Inget, Nad. pee… Aaaaaaaahhhhhhhh…” badanku pun mengejang. Bokep Family Kalau kamu ngga nurut, aku bisa sebar foto toket dan memekmu.”“Jangan, Yan. Aaahhh… Ooohhh… kocokan jariku di memekku makin cepat, aku juga sudah mulai tidak peduli jika desahanku terdengar oleh seseorang. Kalo kamu mau, bilang kalo kamu siap jadi lonteku.” Aku masih memainkan dildo di klitorisku. Satu chat masuk, Elyan.“Sudah sesuai request kan, sayang?”“Iya. Okay, sayang?” Aku hanya mengiyakan.Saat jam pulang tiba, sesuai kemauan Elyan aku lalu menghidupkan vibrator itu. Jangan sampe masuk lubangnya. Begitu juga dengan Elyan, sehingga kini aku menyusui dua laki-laki. Namun lama-lama, entah kenapa aku justru merasa keenakan. Aku tekan tombol pada vibrator tersebut sehingga putingku bergetar. Kamu mulai terbiasa untuk eksib dan terlihat semakin binal.”Aku pun memilih tidak membalas pesan Elyan karna fokus menyetir. Silahkan.” Elyan mempersilahkan ojol tersebut duduk disebelah kami.




















