Puhh! Mengapa tidak. Bokep Tobrut Puhh! Tentu. Kalau doyan disini seperti doyan spagehtti dan pizza, yang aku santap 2 bulan sekali, maka jawabanku adalah “ya”. Aku masih menikmati kelajanganku, karierku, kebebasanku. Sebutan hypersex, nympho, lajang gatal, pelahap kontol, penghirup mani, ratunya seni masturbasi. Ya, tapi tidak dengan setiap lelaki.Suka dioralkah aku? Nggak butuh sex ya? Nanti dulu, apa ukuran “suka” itu? Tubuh kita dan gairah kita adalah milik kita. Kalaupun pasangan mereka mau sama si lajang, bukankah itu kelemahan si pasangan, jadi jangan menuduh si lajang sebagai perebut laki orang dan penguras sperma laki orang dong!Siapakah aku? Trauma sama laki ya, sehingga ngga mau kawin?”Mereka tak tahu, aku butuh sex tapi sejauh ini selalu terpenuhi, baik dengan masturbasi maupun tubuh, otot, peluh dan mani lelaki.Trauma? Frequency sekian kali per minggu atau bulan? Ya, tapi tidak dengan setiap lelaki.Suka dioralkah aku? Tapi setelah mobil berlalu mereka berkerumun sambil menunjuk




















