lalu ia tetap diam diatas tubuh Clara. Kalau hujan reda saya akan pulang…” terang Pak Mamat.“Baiklah pak…” jawab Clara.Lalu Clara kedapur dan membuatkan kopi untuk Pak Mamat.“Pak, ini kopinya ..”.“Wah kopi… bisa begadang saya malam ini bu.”“O.. Bokeb dan dalam suasana itu Pak Mamat dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Clara dengan nyata. Soni tunangannya tidak ia ingat lagi dan saat itu ia terbelenggu oleh gairah dan nafsu yang di berikan Pak Mamat.Sejak saat itu, hubungan kedua insan antara dokter dan kepala desa yang berbeda umur sangat jauh terus berlangsung di rumah itu, kadang-kadang di gubuk milik Pak Mamat di tengah hutan. Dengan gerakan lembut dan pasti usapan tangannya mulai dari tengkuk hingga balik telinga Clara.Clara … menutup matanya menikmati setiap gerakan tangan Pak Mamat. Clara saat itu tidak tahu apa-apa lagi. terima kasih bu.




















