Sampai akhirnya aku tahu dia dengan sengaja tidak mengaktifkan ponselnya, karena malu dan juga gugup akupun pergi ke kota Jakarta ini hanya dengan berbekal keberanian dan sedikit uang dari kampung, apalagi aku kecewa dengan sikap Sandi.Di kota inipun aku segera mencari pekerjaan mulai dari warung-warung kecil sampai akhirnya aku di terima di salah satu stand kecantikan di salah satu mal terkenal di Jakarta. Bokeb tapi..” Belum sempat dia menjelaskan akupun langsung mendaratkan bibirku pada bibirnya dan kamipun saling lumat.Aku tidak mengira kalau cowok selama ini yang menjadi tambatanku ternyata juga menaruh hati padaku. Semakin tinggi dia membayarku maka aku semakin lengket padanya karena aku melakukan adegan cerita sex tanpa perasaan.Hingga akhirnya aku mengenal seorang pria pengunjung tetap club ini, memang dia baru sebulan main ke tempt ini. Layaknya pemain adegan dalam cerita sex, dan di club itu namaku di kenal dengan panggilan Lala bukan lagi Nayla.Kini akupun




















