Setelah menciuminya dan menghafalkan aromanya, Sigmund mulai menyentuh bagian berbelah tsb. Dan dengan alat pengukur tsb, ia mulai mengukur jarak antara “instrument-instrument” di dalamnya, seperti klitoris, lubang urinior dan liang peranakan, tak lupa juga Sigmund mengukur berapa jarak antara anus dan vagina mahkluk bumi tsb. Sex Bokep entahlah .. Lalu dengan telaten dan sukarela ia mulai menyapu kepala penis Sigmund bahkan kini ia membelitnya, membuat Sigmund harus menghela nafas panjang.Selesai memanasi penis Sigmund, Reva melebarkan lagi pahanya lalu mengusap vaginanya sendiri, menginstruksikan agar Sigmund menjejalinya dengan penis miliknya.Kini Sigmund menyelinapkan tubuhnya ke antara paha yang mengangkang ihklas itu, lalu menarik tubuh Reva agar dekat dengan tubuhnya. Baru kali ini ia melihat sesosok mahkluk yang mampu menggerakan sesuatu dalam jiwanya, sementara Reva ia sibuk sendiri dengan vaginanya yang menyala berwarna hijau tanpa menyadari, kelakuannya tsb menumbuhkan benih cinta dalam hati Sigmund.Sigmund mengelus dadanya, ia merasa ada sesuatu yang merasuk




















