“Jangan ! Aku tak perduli. Bokep viral Aku menepikan mobil dan menginjak rem. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur. Ajak aku ke rumahmu.” Aku terkesiap. Kurasakan sesak yang luar biasa. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. Aku tak tahan lagi. Aku tertawa melihatnya. Ia tertawa. Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Mendesah dan mengerang. Sambil tersenyum lega, kuanggukkan kepalaku. “Kamu mau mengantarku pulang sekarang?” Dua puluh menit kemudian kami sudah dalam perjalanan. “rumahmu di mana?”
“Terus saja sampai ke simpang Semangka.”
“Baiklah.” Itu saja. Tapi pandangan matanya membuatku terpaku. “Tak apa-apa. “Kamju sudah pernah melakukannya?”
“Uh, apa? “Kamu lucu.”
“Hey !” protesku. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih.




















