Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Ira hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan perih saat dimasuki kemaluan Unang. Bokep Mama Unang pun lalu membuka kedua kaki Ira hingga kedua kaki yang jenjang itu tertaut di kedua bahunya yang bidang. Bayangan itu terus bermain di pelupuk matanya. Tidak ada lagi yang membatasi kulit mereka. Di dalam rumah yang besar dan banyak kamarnya itu, Ira merasa kesepian dan resah. Tubuhnya hitam legam dan wajah kerasnya terlihat. Saat itu keringat Unang telah bercampur dengan keringat Ira. “Baiklah, Buk,” kata Unang, “Tapi hari akan hujan tampaknya.” Lalu Ira berjalan kedalam rumahnya dan diikuti Unang di belakang. Dikepalanya terbayang kehalusan dan kesintalan tubuh majikannya itu.




















