Makanya aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk duduk di dalam mobil sementara ciecie itu menjelaskan dari luar dengan sebelah kaki menginjak sandaran kaki..Tapi aku yakin mukaku menjadi kemerah-merahan, sebab ciecie ini dari tadi bagaikan tertawa maklum dan betul-betul sapuan matanya menyapu wajahku terus-menerus.. Namanya cantik, Cie..”
Dia tersenyum, “Aduh makasih banget, tapinya ngga ada recehan nih.. Vidio Bokep Kamu udah pernah ‘maen’, ya? Aku balas tersenyum pada SPG yang ramah tapi agak sok akrab itu, “Iya Cie..”, Aku panggil dia Cie sebab jelas-jelas usianya lebih tua daripada aku, mungkin 21 atau 22 tahunan. Ia pasti melihat tatapan protesku, tapi ia nampak berpikir keras. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”Aku sangat malu. kucopot juga bajuku sehingga tinggal singletku. Ia pasti melihat tatapan protesku, tapi ia nampak berpikir keras.




















