Papaa.. Bokep Colmek Papa mengelus-elus punggungku ketika aku menangis, namun nafas Papaku terdengar berat dan kurasakan penisnya yang membesar menekan perutku. Spermanya terasa dengan kuat menyemprot dinding vaginaku. Jarinya dengan lincah menggosok-gosok lubang vaginaku yang mulai basah. Nanti kita jenguk jam 12 ya?”Aku terisak sedih dan air mataku mulai mengalir. Ketika aku masih terisak, Papa segera menghampiri dan memeluk diriku.“Tenang Nin, masih ada harapan kok,” hiburnya sambil mengelus rambutku.Aku balas mendekapnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Tak lupa pula ia membuka celana dalamku dengan kasar. Shh.. Oh, Nina. Ketika aku berjalan ke ruang makan untuk makan pagi, aku hanya melihat Papa seorang diri sedang menyantap nasi goreng.“Pa, Mama mana? Pa.. “Pa, jangan.. Papa merebahkanku di sofa dan merentangkan kedua pahaku.




















