Ini malam sangat terasa dingin sekali, karena tadi pagi sampai sore hari hujan tak ada berhenti… kebetulan aku sendiri… Bang Irwan dan Kak Lydia sedang berkunjung ke Semarang bersama dengan Sari dan Wendy, acara pernikahan keluarga. ” dan rupanya Sisil mengerti yang aku mau… dengan lemas dia berbalik badan dan membuka mulutnya. Bokeb lemas puas.Lima sepuluh menit kami masih rebahan tumpang tindih sampe aku bangkit dan mencuci peralatanku… lalu kukenakan pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan… mencari pak Somad. Diurut-urut… sepertinya aku merasa gayanya seperti setengah ngocok… tapi pikiran dia kayaknya lagi mijit… dengan matanya melihat sekeliling kamar… ngelamun kali… aku goyangkan pinggul sedikit supaya tanganya terpeleset ke atas… ternyata berhasil… dia lebih banyak ngurut meriamku… tiga empat menit berlalu dia kaya’nya ngga’ sadar… tapi lama-lama aku merasa dia bukan mijit atau ngurut… melainkan benar-benar ngocok meriamku… walau tidak digenggam… tapi cukup mantap… Aku sengaja










