“Ah… Mas Andra ini pura-pura lupa sama pacarnya.”Gadis itu duduk di sampingku (ketika dia duduk sebagian paha mulusnya terlihat sebab Maya cuman pakai kulot sebatas lutut). Aku segera menyomot payudara Maya dengan mulutku.“Mmmm… suuup… mmm…” kukenyot-kenyot lalu aku sedot putingnya. Bokeb Matanya seakan ingin bersorak mengiyakan pertanyaanku. Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Kulumat bibir bawahnya perlahan tapi penuh dengan hasrat, nafasnya mulai berat. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.“Enggh.. Busyet, gadis itu nggak nolak loh. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.“Enggh.. Kentara benar perubahan wajahnya. “Iya.” gumamnya lirih.Bener!! Karena geli selakangnya membuka lebar. Sampai-sampai kedua gunung kembar Maya melonjak-lonjak. Malahan aku diceramahin, busyet dah!Makanya malam minggu itu aku nggak ngapel (ceritanya ngambek).




















