Untung dia tidak memperlihatkannya dengan jelas, karena waktu itu Bu Susan masih diantar oleh ponakannya dan dia tidak mau kelihatan begitu bernafsu pada wanita itu.Pada saat terapi itulah awal dari godaan Pak Totok yang sesungguhnya. Bokeb Itulah yang membuat selama ini Darmi tidak terlalu memikirkan pakaian yang dikenakannya selama berada di rumah. Pemandangan itulah yang selalu diingatnya. Pasrah itu akan membantu mengendalikan emosi ibu”.Penjelasan itu nampak masuk akal bagi Bu Susan. Tetapi justru kejadian itu membuat Darmi sangat terangsang. Darmi mengurut mertuanya dari pinggang hingga pantat bagian bawah. Dengan seolah-olah tidak sengaja, sambil memijit Darmi melongokkan kepalanya sedikit ke samping melihat ke bagian depan selangkangan mertuanya.“Gimana, Pak? Mertuanya yang sangat dihormatinya itu entah kenapa sedang didera birahi. Tapi karena kesal bercampur birahi, Darmi membalas menyodokkan pantatnya ke belakang.“Ayo Pak, sodok memekku seperti kamu pengen nyodok memek Bu Susan!” goda Darmi sambil menggoyang pantatnya.




















