Satu-satunya kain yang masih tersisa. Bokeb Begitu tersentuh, desahan nafasnya semakin keras, & semakin memburu. Seminggu yang lalu saya menjenguknya di daerah P. Hilang sudah nafsuku saat itu juga. Hana menyandarkan wajahnya ke dadaku…
Saya menyambut dengan tenang. Sebab itu ia cepat mendekapku. Tubuh Hana mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas & ke bawah. Walau dengan mengendarai motor bututku, saya sampai juga ke rumahnya setelah berjalan selama beberapa jam dari rumahku. Dengan berbaring menyamping berhadapan, kulepaskan celana dalamnya. Memang sudah dua bulan saya tak main ke rumahnya. Begitu tersentuh, desahan nafasnya semakin keras, & semakin memburu. Hanya saja ia bilang “dasar, abang nakal!!” saya hanya tersenyum…
Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi.




















