Tapi, di depan kamar Tomo aku berhenti.Pintunya terbuka sedikit. Bokeb Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Tomo”Pelan-pelan, tangan Tomo menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Yayasan Bunda Tomoa, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”Tomo pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Tomo bergeser ke sampingku. Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di




















