Mulut Rio secepat kilat memagut mulutku. Bokeb Aaahh…!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya. Siapa suruh elu jadi kakak gue. Setelah itu aku kapok. Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Aku masih berlapang dada menerima segala perlakuan itu.Pada saat itu aku baru saja pulang kerja dari kantor. Jangaannn..!” Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku. Aku mulai menggerinjal-gerinjal. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Bahkan suatu hari saat aku ketiduran di sofa karena kecapaian bekerja di kantor, tanpa kusadari ia memasukkan tangannya ke dalam rok yang kupakai dan meraba paha dan selangkanganku. Kugeleng-gelengkan kepalaku yang terasa seperti berputar-putar.Tanpa mau membuang-buang waktu lagi, Rio mengeluarkan beberapa utas tali sepatu dari dalam saku celananya. Ternyata Rio mulai menghujamkan kemaluannya ke dalam kewanitaanku.




















