Lagi-lagi saya kalah cepat dengan supirku, ia berhasil menangkap tubuhku kembali, tapi belum sempat saya bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tak dapat bergerak lagi.“Anto.. Nto..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir memekku.Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir memekku naik turun dan lalu membelah bibir memekku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga menjadi semakin berbusa karena sabun.Sesudah memandikan tubuhku lalu ia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Bokeb Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan lalu ke buah dadaku yang kanan.Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits.




















