Aku menunggu dengan hati berdebar-debar. Bokep Tobrut Nyonya Hana melihatku dengan tersenyum puas. Malam itu aku disiksa dengan cara-cara yang teramat sadis dan keji. Saat itu matahari bersinar terik tanpa awan sedikit pun yang menutupinya. Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil. Aku ada janji malam ini dengan seorang pria yang jantan dan macho. Cemoohan kepada diriku harus kutahan selama jarak lima kilometer.Setelah berjalan sekian lama, akhirnya aku sampai juga ke sudut hutan yang sepi yang telah di tentukan Nyonya Hana. Nah, sekarang tidurlah seperti seekor anjing..!”Nyonya Hana kemudian meninggalkanku sendirian di kandang anjing. Nyonya Hana melihatku dengan tersenyum puas. Nyonya Hana meraba seluruh tubuhku dan membuatku semakin terangsang.Di tengah permainan itu, dia berhenti. Karena Nyonya Hana adalah majikanku dan aku adalah ‘BUDAK’-nya.




















