Trus kupacu mobilku ke kantor Dita di Rawamangun. Aku masih diem sambil mikir…
“Mau anter mama? Bokeb “Janji yah Mbak…!” kata Dita manja. Langsung aja Maya melorotin boxerku dan si Junior langsung greng. “OK nona manis..jangan ngambek lagi yah!” sahut istriku. “Maaaas…akkkuuuu maauuu nyampeee lagiiii….ahhhh…aahhhh…”teriak Dita
“Maas jugaa mau keluaaar Dit….”kataku“Maaas jangaaann…lupaa..”katanya sambil menahan desahan. Sedangkan Maya 168cm, 50kg, cup 34B, putih, rambut lurus panjang. Kulihat disudut mata Maya melotot ke arahku.Malamnya aku coba pancing-pancing istriku, maklum tadi sore ngegantung. Maklum sama-sama sibuk kerja dan ngejar karir.“Ada apa Dit?”, “Ribut lagi sama Robby (tunangan Dita)?” Tanya istriku. “Katanya kok beda sama kakak kamu yang mukanya mulus..!” lanjut Dita.“Hmmmm….ntar deh kamu Mbak kasih tau rahasianya!” kata istriku sambil ngelus-ngelus rambut Dita dan matanya menggerling nakal kepadaku. “Udah deh cepetan..,”katanya ga sabar
“Tapi…..” kataku ragu-ragu.“Nih buat rangsangan, tapi jangan dipegang kayak tempo hari!”kata Dita sambil nurunin tali daster sebelah kanan.




















