Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Bokep Jilbab/Hijab Dingin kota ini makin terasa. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. “Terima kasih banyak, Pak. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Adakah yang lebih tabah dari aku? Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,,




















