Pintunya terbuka sedikit. XNXX Jepang Itu namaku. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Dan lagi, sekarang.. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. Kamu itu perempuan apa??!! Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Mukaku terasa panas. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. Aku memekik dan mulai menangis. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Aku lumayan capek, tapi aku senang.




















