Namun yang terlihat, kak Sinta mendongak-dongak, kedua tanganya meremas-remas kepala kak Dewi. Aku tak sabar lagi menunggu, sudah hampir jam sembilan. Bokep Barat Mereka saling menatap dan tersenyum. Aku tidak bermaksud menyetubuhi kak Dewi. (Besok harus mencuci sarung bantal…masa bodo…!!!!)…………….Sejak kejadian malam itu, pandanganku terhadap kak Dewi mengalami perubahan. Kak Dewi terdiam. Aku menggigil gemeteran. Ngapain lagi tuh ?!!, aku tertegun.Entah kenapa, rasa takut dan jengah perlahan berganti dengan geletar-geletar tubuhku. TV diruang tengah dimatikan, padahal biasanya kak Dewi asyik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya. ini siapa yah ?”, kataku sambil menduga-duga. Ahh….. Aku habiskan air digelas besar sampai tetes terakhir.Tapi…., aku tekan lagi tombol power TV, Upps… masih On Line ! “Mmm…dari rumah Wawan kak !”,
“Makan dulu…tuh kakak udah masak !”, terdengar suara kak Dewi dari ruang tengah.










