Sekarang posisinya seperti mau merangkak. Sementara dari mulut Gita terus keluar kata, “Teruuss.., teruuss.., yang keras.., aahh.., gigit Wan.., gghh.., sstt”. Bokeb Akhirnya sejak itu aku dan Gita resmi pacaran.,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..”. Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku. Gita terus memandangiku. Gigi atas dan gigi bawahku sudah saling menekan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku hanya suara nafasku saja yang terdengar. “Aku Iwan”, aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman bernama Gita. “Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?”, tantangku gantian. Gita menggigit bibir bagian bawahnya. “Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?”, tantangku gantian. Terus dia berkata, “Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?”. “Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?”, tantangku gantian.




















