Sejak malam itu aku kerap kali dipanggil ke dalam kamarnya. Bokep Tobrut “Terima kasih, Bi”, ucapku. Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal pribadinya. Dan membiarkannya tergeletak di lantai.Mataku seketika jadi nanar dan berkunang-kunang. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Di dalam perjalanan aku tahu kalau suami Nyonya Majikanku itu hanya semalam saja. “Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Tapi memang pantas. Sementara bekal yang kubawa dari kampung semakin menipis saja. Dia ingin meminta bantuan, Tapi orang-orang yang berlalu lalang dan melewatinya tidak ada yang peduli. Karena rencananya memang mau kabur, aku tidak perlu lagi berpamitan. Tapi aku sudah tidak bisa lagi merasakan kehalusan kulit pahanya itu. Dan tidak sepeserpun uang yang diberikannya itu aku gunakan.




















