Ah Papa ngaco, lha wong dia itu dak pernah masuk rumah kok, paling-paling juga ke dapur makan doang.” jawab Deswita. Bokeb Uang ?” tanya Deswita kesal. ”Ya sudah, sana cepat kemasi semua barang-barangmu sebelum aku panggil polisi.” perintah Ferry dengan sombong, sesudah semua barang-barangnya dikemas Paijo pergi dari rumah itu diantar oleh Bambang.################################################## ############
*Kembali ke masa kini*”Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku..uu…u…u.” suara cempreng seorang pengamen membuyarkan lamunan Paijo. ”Wei lhadalah ternyata ini burungmu toh Bang tak kira, kamu bawa botol minuman disakumu hehehehe.” Kekeh Paijo sambil menjauhkan tangannya dari pangkal paha sahabatnya itu. ”Iya Papa tahu tadi Papa taruh di atas meja rias di kamar, sekarang kok dak ada ?” jelas Ferry sambil masih sibuk mencari-cari sesuatu di laci-laci meja rias. ”Ssshhh….aaakkhhh….sama Mbang, kita cepetin aja yuk biar sama-sama crooetsss, gwe penasaran si nyonya kalo ntar hamil anakanya kayak siapa yah ?” kata Paijo.




















