“Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Bokep Live Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. Erik sangatlah baik padaku. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Mungkin karena puber. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Erik bergeser ke sampingku. Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Erik dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya.




















