Seperjalanan aku biasa2 saja. Bokep Aku bergidig melihatnya begitu tapi tak kuasa melakukan apa2. Suatu saat pembantuku pulang sehingga pekerjaan rumah banyak menyita waktu pagiku. Tapi saat itu aku ingat betul aku sama sekali tidak ingin menegur atau memarahi kekurangajaran dia.Keesokan harinya Mardi kegirangan saat dia tau bahwa minuman oleh2nya sudah mau habis. Aku putuskan untuk aku buang saja. Saat aku menenggak habis minuman itu aku merasa dia lagi2 menatap dadaku.Sejak saat itu Mardi makin berani. Saat karyawanku yg lain datang menjemputku aku tidak melihat batang hidung Mardi. Mardi terus menatapku meminum legen itu. Tapi kami tidak sempat menikah, sebelum masa Iddahku berakhir, karyawanku yg lain yang sekampung dengan Mardi bersama mantan suamiku berhasil membebaskan aku dari pengaruh guna2 Mardi.Kini Mardi entah di mana, aku masih tinggal di restoranku. Aku memang lebih tinggi dari Mardi dan itu yang menyebakan Mardi dari tadi hanya menciumi leherku sambil menjilatinya.




















