Lama sekali Rara menagis dipelukanku. Bokep Kali ini aku masukkan tanganku kedalam kausnya dan mengelus punggungnya langsung dikulit. Perkataan Rara seperti menghapus keraguanku entah kemana. Kadang tanganku mengelus memeknya. Aku tusuk perlahan memek Rara, kadang aku percepat. “Ya iklas lah, namanya juga temen” jawabku. Dari awal kuliah sampe selesai rambut Rara yang hitam legam itu selalu panjang. Aku boleh tiduran disini gak ? Aku menari celana Rara dengan mudah, apalagi Rara membantu dengan mengangkat pantatnya. Apalagi kalau ditata sedikit menggelung, hmmm… aku selalu nganggep dia barbie doll banget“Halo Ra ? “Iya Yan..” jawabnya lemah. Hmm.. Aku cuma diam. Aku masih tertawa.“Yan emang ML enak banget ya, kok banyak banget sih yang belom nikah tapi dah ML, sampe hamil lagi” tanya Rara. “Ihh… ditanya serius malah becanda” kata Rara.“Abis kamu pake nanya sih. Dia cuma tersenyum kecil.




















