Aku masuk ke sebuah warung makan, aku pesan makanan kesukaanku yaitu pecel lele plus lalap. Bokep Ojol Aku terus berkomunikasi dengannya melalui telpon dan perbuatan itu hanya sekali kulakukan dengannya. Kemudian aku memberikan beberapa wejangan disertai bungkusan kembang untuk mandi agar bersih dari segala kotoran duniawi. Akhirnya aku berdiri dan pindah ke sebelah bangkunya.“Boleh aku duduk disini?”Dengan anggukan halus dipersilakannya aku duduk.Obrolanku mulai mengalir bagai air dan dijawab dengan sedikit sekali informasi darinya. Kakinya sedikit aku renggangkan. Dengan rasa terheran-heran kupandangi, aku melihat ada seberkas masalah yang menumpuk di kelopak matanya, lalu aku memberanikan diri untuk Menegur.“Kok sedirian mbak?”“Iya…”“Nggak sama teman?”“Tidak “Aku terdiam sebab tidak ada respon. Sampai saat ini aku tidak terlalu ambil pusing dengan kebisaanku, yang penting orang itu bahagia atau senang bila aku beri jalan keluar, yah sudah aku pun senang tanpa pamrih apapun.“Aku panggil mbak atau apa nih supaya kita dapat berbicara lebih santai?”“Yah




















