Aku membeli makanan, kondom, dan minuman suplemen. Aku bangkit, membuka file dan menayangkan film BF di monitor komputerku lantas kembali berbaring disampingnya. Bokep Live “Inu kost sekeluarga lagi pada pulang ke Wns, teman kostku cuma tinggal 2, yang lain juga pada pulang kampung” jawabku. Dia membuka mata, namun tidak menolak ciumanku. “Vin..” bisikkua di telinganya. Setelah toketnya terbuka, tanpa minta persetujuannya aku langung menghisap toketnya. Aku tersenyum, “iya, aku gak akan nyentuh kamu, tapi kalau misalnya aku juga gk tahan, boleh gak aku juga ngocok? Tapi itu memang bagian dari strategiku, pelan kuturunkan pantatku hingga kepala kontolku di depan memeknya. Entah kenapa, kata-kata yang keluar berikutnya dari mulutku juga tanpa berpikir panjang ” atau kamu justru mau aku liat dan bantu kamu?” dia memandangku dengan tatapan marah, kembali ia berusaha melepaskan pegangn tanganku sambil setengah berteriak ” kamu anggap aku cewek apa?” sadar kesalahanku, aku berusaha menenangkannya.




















