“Eh, iya..,” sahutku agak tergagap. Bokep Mama Dan dia juga tidak mnolak ketika aku membawanya masuk kesebuah kamar yang telah kupesan.Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Wajah gadis itu masih terus membayang dipelupuk mata. Bahkan wajahnya dan lehernya kuhujani dengan ciuman-ciuman yang membangkitkan gairah. Tapi itu semua sudah terjadi. Anak juga sudah sepasang. Sementara gerakan-gerakan yang kulakukan semakin liar dan tak terkendali. Dia melangkah gontai kekamar mandi. Seharusnya kamu
bilang sejak semula…,” kataku mencoba menghibur.Reny hanya diam saja. Bahkan kini aku sudah berani mencium pipinya. Dia melangkah gontai kekamar mandi. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Reni malam itu. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur.




















