Rambut lepek kak Dewi yang belum kering benar jelas terlihat.Aku teringat kejadian tadi malam. “mm ng… dirumah temen kak ?”, kataku sedikit bergetar.“Pulang…nanti kalo mamah nanya gimana ?”, suara kak Dewi masih terdengar datar.Tapi setidaknya hal itu membuatku sedikit lega. Bokep Korea Ah… edan !Tiba-tiba aku lihat kak Sinta mengejang beberapa kali. awas abisin yah !”, kak Dewi bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan membelakangiku menuju wastafel untuk mencuci tangan.“OK, tenang aja !”, mulutku penuh roti, tapi pandangan mataku tak berkedip menyaksikan pinggul kak Dewi yang dibungkus pakaian dinasnya. Ia sebenarnya bukan kakak kandungku, namun bagiku ia adalah kakak dalam arti yang sebenarnya. Semakin kugesekkan semakin terasa nikmat. Satu hal yang tetap kami jaga, kami tidak benar-benar bercinta, sungguh akupun komit dengan janjiku, aku teramat menyayangi kak Dewi, aku tak ingin merusaknya, semua yang kuperoleh telah lebih cukup bagiku.




















