“Saya memang masih sendiri kok, masih setia menantimu di ups….”, saya tidak mampu menyelesaikan kalimat, keburu sebuah cubitan mendarat di pinggangku. Sepatu kiriku baru saja kukenakan, saat tiba-tiba dari belakangku terdengar suara Revy bertanya, “Ryo, kita sudah lama berteman, and I think I’ve already knew all about you, except one thing”, Revy menahan nafasnya sejenak untuk kemudian melanjutkan, “…and may I know about it now? Bokep Asia Hampir 2 hari sekali kami jalan, pun hanya untuk dinner dan mengobrol serta bercanda. And now what a perfect situation…. Wajahnya perlahan menghilang di kerumunan penumpang lain yang siap berangkat. But I love him anyway, sambungnya lagi.Tidak terasa semakin hari kita semakin dekat. Saya tidak akan pernah bisa kehilangannya sehingga jika saya tidak dapat memilikinya lebih dari sekedar teman, biarlah saya memilikinya sebagai seorang sahabat. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng.




















