Kami istriahat dengan menenggak bir dingin. Bokep HD Pak Bardi tidak sempat berpikir dan menyusun kata-kata dia langsung memelukku. Istriku menarik tanganku dan dia menarik Bu Lina agar merapat ke badanku. Bu Lina benar=benar terbuai dengan seranganku. Aku sendiri hanya bisa punya Avanza, itupun nyicil dengan cicilan yang mati-matian aku usahakan agar tidak sampai telat. Sementara itu istriku menarik tangan pak Bardi untuk juga turun melantai.Lagunya mendukung sekali dan amat syahdu. Bu Lina agak terkejut, karena tidak menyangka mendapat serangan begitu cepat. “ Ok juga tuh mas , biar saya yang siapkan semua bahan-bahannya, nanti biar ibu-ibu yang belanja, “ kata Pak Bardi lalu masuk kedalam menemui istrinya. Kadang-kadang aku berpikir, apakah Pak Bardi sanggup melawan Bu Lina, yang kelihatannya kalau ngesek agak hot juga, karena dari penampilannya yang aktif dan bicaranya banyak.




















