Saya lalu berkata, “Mengapa Nid ?”. agak jauh sih… di daerah Cipete. Bokeb “cuman kok agak tegang” lanjut gadis itu. waktu……”, Nidya ingin menjawab namun agak ragu-ragu.Gua yang sudah merasa tegang semenjak tadi, semakin konak saja dengan suasana seperti itu. “Masa sih ?”, kata dia sambil menggigit bibir bawahnya. waktu……”, Nidya ingin menjawab namun agak ragu-ragu.Gua yang sudah merasa tegang semenjak tadi, semakin konak saja dengan suasana seperti itu. Sambil ngobrol Saya tetap memperhatikan cewek Saya itu, dan yang bikin jantung Saya kembali berdebar-debar adalah waktu melihat leher kaos Nidya. dan dingin karena AC-nya dinyalakan.Di bagian pojok ruangan ada seperangkat mini compo dan TV kecil. kamu manis sekali”, tiba-tiba aja perkataan itu spontan meluncur dari mulutku. Wadahhhh… Saya makin deg-deg-an nggak karuan.”Nid…. kok…. “He-eh” jawab Saya.Kemudian setelah Nidya memberi izin, tangan kananku kuletakkan di atas dada kanannya dan mulai meraba-raba.




















