Nampaknya mama kaget aku duduk didepan kamar mama dan papa tanpa mengenakan pakaian dan saat itu banyak berceceran sperma dilantai yang tak lain adalah spermaku.“Eh ma, enggak, enggak, gini, gini,” aku tidak bisa berkata apa-apa saat mama bertanya sepert itu.“Kamu mengintip mama dan papa berhubungan badan ya?” tanya mama dengan nada marah. Lama kelamaan mama juga berhenti dan orgasme yang kana datang tetunda.“Apa itu benar pa?berarti selama ini aku tidak mempunyai adik bukan karena keadaan ekonomi kita?”“ya bukanlah gung!!!!! Bokep Colmek Kan tidak ada yang tahu kalau anak yang mama kandung nanti adalah anaku?” ucapku dan entah dari mana ide itu datang tetapi aku juga sangat takut jika papa marah dengan ucapanku tadi.”“Benar juga gung ucapanmu sekarang teruskan persetubuhan kaliyan dan hamili mamamu,” ucap papa diluar dugaanku dan mungkin papa sedang tiak waras.Tapi aku yang mendengarkan perkataan itu segera menggerakan peniske keluar masuk divagina mama lagi dan mama




















