Agak lama kemudian, saya mendengar ribut-ribut di lantai bawah, suara orang membentak, suara kegaduhan dan banyak lagi. Uhh, pada saat yang sama, saya mencapai klimaks kenikmatan.“Aduhh Jennyy.. Bokep Hot “Kenapa, Jen?”
“Maaf ya, semalam aku kurang ajar sama kamu.” sambungnya, “Maaf juga soalnya aku biarin temanku tadi masuk.”
“Nggak apa-apa Jen.” jawab saya berusaha maklum, “Semalam itu.. Kata-katanya membuat perasaan saya jadi PD (percaya diri), karena selama ini saya minder dengan tubuh saya yang kurus.Lidahnya menjilat-jilat punggung saya, tengkuk saya, dan bahu saya. Ia lalu mendekatkan wajahnya, lalu mulut-mulut kami berciuman dengan mesra. Saya benar-benar ingin melewatkan hidup saya bersamanya terus. Saya agak heran melihatnya menggeleng-gelengkan wajah cantiknya sambil menatap kemaluan saya. Pikir saya. Dengan was-was saya melirik ke arah buffet tempat pistolnya berada, dan merasa agak tenang karena pistol itu masih ada di situ. Lambat laun, rasa takut saya mulai hilang, berubah jadi rasa persahabatan.




















