Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Vidio Porno “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Hati ini menjadi luruh. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.“Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.*******Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar.




















