Suaranya sangat riang, lebih riang dari biasanya.“Seneng banget kayaknya sih,” aku meraih kedua tangannya, membalik tubuhku lalu membelai lembut rambutnya yang meriap-riap.“Aku lolos audisi top model,” dengan cepat Savana mengambil sebuah kertas tebal bergambar logo audisi pencarian bakat khusus model dan ada sebuah tulisan ‘FINALIS’.Aku merangkulnya seraya berkata dengan senyuman “selamat ya sayang.”“Pokoknya kamu harus dukung aku, sms yang banyak, suruh temen-temen kamu juga sms dukungannya buat aku. Sava tersedak, spermaku meleler keluar dari mulutnya. Bokeb Gak apa-apa kan Qora sayang ?”Walau ada rasa miris, tapi aku coba mengerti, “iya gak apa-apa kok.”“Awas loh cari pacar lagi !” nadanya langsung berubah menyeramkan, dasar wanita.Hari terus berlalu, Sava terlihat cantik di layar kaca dengan balutan berbagai macam rancangan busana dari para desainer ternama.




















